“Ilmu Pengetahuan tanpa agama adalah pincang”

Cobalah tengokkan wajahmu ke langit. Apa yang dapat kau jawab, jika ada sebuah pertanyaan “Sebutkan lapisan-lapisan langit dibalik langit yang telah kau pandang?” Mungkin saja kau akan berpikiran sama denganku.
“Hmm, diatas sana ada langit truss? Langit!“
Ya, itu adalah satu bagian dari pengetahuan yang tiada batas. Pengetahuan tidak sesempit pandangan mata saja. Diatas langit ada langit… Diatas langit masih ada langit, terus dan terus hingga sampailah pada antariksa dimana planet-planet dan gugusan bimasakti bernaung di alam semesta, namun akal kita akan terus berupaya berpikir “apakah setelah antariksa ada lapisan langit yang lain?” Ilmu pengetahuan tidaklah ada batasnya. Semakin dicari maka semakin luaslah ilmu itu.

Untuk menjadi seorang yang berilmu, apakah hanya sekedar tahu? Tidak. Ilmu yang baik adalah ilmu pengetahuan yang juga berdasarkan moral, akidah dan ibadah. Ilmu pengetahuan dapat diibaratkan sebagaimana kita merancang sebuah bangunan. Bangunan yang kita impikan, tidak akan hanya sebatas angan belaka. Kita akan terus berupaya merealisasikan impian tersebut dalam sebuah sketsa pondasi yang akan menyanggah tiang-tiang bangunan. Tanpa pondasi maka tiang-tiang bangunan tersebut tidaklah dapat berdiri kokoh dan cepatlah ia akan pincang dan roboh. Itulah ilmu, tanpa agama yang menjadi pondasinya maka bangunan pengetahuan manusia akan pincang dan roboh.
Pengetahuan tidak dapat berdiri sendiri tanpa agama yang senantiasa beriring bersama. Pengetahuan tanpa agama bagai orang buta berjalan tak kenal arah, “Main Tabrak”, begitupula sebaliknya Agama tanpa pengetahuan bagai ruang hampa tak beroksigen, sesegera mungkin akan “Mati”. Di dalam ayat-ayat al-Qur’an, Allah memandu kita kepada Hikmah-Nya dengan penalaran logis yang memberi jawaban tentang alam semesta secara ilmiah. Di dalam Islam, Ilmu pengetahuan dan agama itu serasi. Di dalam al-Qur’an Allah meminta kita untuk meneliti hikmah-Nya pada alam semesta. Allah berfirman kepada kita bahwa Kitab Nya al-Qur’an diturunkan dengan hikmah dan ilmu pengetahuan,“Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi al-Qur’an dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (an-Naml:6)
Tidak ada ilmu pengetahuan di dunia ini yang lepas dari segala apa yang telah Allah firmankan didalam al-Qur’an. Penciptaan manusia, penciptaan langit dan bumi, kematian dan kehidupan, dll semua itu telah ada dan diatur dalam Islam. Seseorang yang mengaku tidak ber-Tuhan sekali pun akan merasa bingung jika ditanya “Siapa yang menciptakanmu? Bukankah sebuah mobil saja sudah jelas siapa penciptanya?” Pengetahuan akan selalu berjalan seiring dengan agama yang mengokohkan pondasi keilmuan kita. So, sebagai makhluk ciptaanNya sudah sepatutnya kita menempatkan ilmu pengetahuan dengan landasan agama yang benar dan sesuai syari’at al-Qur’an dan Hadist.

By:
Hurriyah Azhar
Jamaah Mahasiswa Muslim Biologi
2011

2 komentar: